Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan Beasiswa Jakarta Unggul bagi warga Jakarta yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang magister (S2) dan doktor (S3).
Program ini telah memiliki dasar hukum melalui Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 20 Tahun 2026 tentang Bantuan Biaya Peningkatan Mutu Pendidikan. Pendaftaran untuk program yang ditargetkan mulai berjalan pada masa studi 2027 direncanakan dibuka pada September 2027.
Bagi kamu yang berencana melanjutkan kuliah S2 atau S3 dan memenuhi ketentuan sebagai calon penerima, persiapan dapat dilakukan sejak sekarang sambil menunggu informasi teknis mengenai proses pendaftaran dan seleksi.
Apa Itu Beasiswa Jakarta Unggul?
Beasiswa Jakarta Unggul merupakan program bantuan biaya pendidikan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memberikan kesempatan kepada warga Jakarta melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 dan S3.
Program ini banyak diberitakan dengan sebutan LPDP Jakarta karena pelaksanaannya dirancang melalui kerja sama dengan LPDP Pusat.
Dalam skema tersebut, proses seleksi dilakukan bersama LPDP Pusat, sedangkan Pemprov DKI Jakarta memiliki peran dalam menentukan penerima, bidang studi, dan destinasi pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan sumber daya manusia Jakarta.
Pada tahap awal, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan anggaran sekitar Rp100 miliar dengan target sekitar 50–75 mahasiswa. Program ini diarahkan untuk memberikan kesempatan kepada warga Jakarta melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik dunia.
Beasiswa Jakarta Unggul tidak hanya mencakup biaya pendidikan. Berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan, bantuan juga mencakup sejumlah biaya personal dan komponen pendukung studi, seperti biaya hidup, tunjangan buku, asuransi kesehatan, biaya kedatangan, visa, penelitian tesis atau disertasi, konferensi internasional, dan publikasi jurnal.
Pembukaan Pendaftaran Beasiswa Jakarta Unggul
Pendaftaran Beasiswa Jakarta Unggul rencananya akan dibuka pada September 2027. Tanggal pembukaan dan penutupan pendaftaran secara lebih rinci tetap perlu menunggu pengumuman resmi dari pihak penyelenggara.
Hal yang sama berlaku untuk mekanisme pendaftaran dan tahapan seleksi yang akan digunakan.
Sambil menunggu pendaftaran, calon pelamar dapat mulai mempersiapkan dokumen akademik, sertifikat kemampuan bahasa, surat rekomendasi, CV, serta dokumen pendukung lainnya.
Catatan: Jadwal September 2027 merupakan rencana yang telah disampaikan Pemprov DKI Jakarta dan dapat mengalami perubahan. Periksa kembali informasi resmi ketika periode pendaftaran semakin dekat.
Siapa yang Bisa Mendaftar Beasiswa Jakarta Unggul?
Beasiswa Jakarta Unggul ditujukan bagi warga Jakarta yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 atau S3.
Dalam informasi yang telah disampaikan Pemprov DKI Jakarta, program ini diprioritaskan bagi warga yang memiliki KTP Jakarta dan telah diterima di perguruan tinggi bereputasi. Program juga diarahkan agar dapat membantu warga dengan kemampuan akademik yang menghadapi keterbatasan ekonomi.
Selain itu, program ini memiliki keterkaitan dengan perluasan akses pendidikan bagi penerima KJMU. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebelumnya menyampaikan bahwa penerima KJMU yang telah menyelesaikan pendidikan sarjana dapat memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 atau S3 melalui skema beasiswa tersebut.
Namun, menjadi bagian dari kelompok sasaran bukan berarti seseorang otomatis menjadi penerima beasiswa. Setiap pelamar tetap harus memenuhi persyaratan dan mengikuti proses seleksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Syarat Beasiswa Jakarta Unggul
Persyaratan Beasiswa Jakarta Unggul perlu dilihat berdasarkan informasi yang sudah ditetapkan dalam regulasi dan ketentuan teknis yang nantinya diumumkan menjelang pendaftaran.
Beberapa kriteria yang sudah dapat diketahui berkaitan dengan jenjang pendidikan dan latar belakang calon penerima. Program ini ditujukan untuk pendidikan S2 dan S3, dengan ketentuan akademik yang perlu dipenuhi oleh masing-masing calon penerima.
Untuk calon penerima S2, salah satu ketentuan akademik yang tercantum dalam regulasi berkaitan dengan capaian IPK pada jenjang sarjana. Sementara untuk calon penerima S3, persyaratan akademiknya berkaitan dengan capaian pada jenjang magister.
Selain persyaratan akademik, calon pendaftar juga perlu memperhatikan persyaratan administratif, domisili, perguruan tinggi tujuan, bidang studi, serta ketentuan lain yang akan digunakan dalam proses seleksi.
Karena pendaftaran baru direncanakan berlangsung pada 2027, jangan menggunakan daftar persyaratan dari program beasiswa lain sebagai acuan final. Ketentuan seperti batas usia, dokumen yang wajib diunggah, format pendaftaran, hingga tahapan seleksi perlu menunggu panduan resmi program.
Apa Saja yang Ditanggung Beasiswa Jakarta Unggul?
Salah satu hal yang menarik dari Beasiswa Jakarta Unggul adalah cakupan pembiayaannya yang tidak terbatas pada biaya kuliah.
Berdasarkan Pergub DKI Jakarta Nomor 20 Tahun 2026, penerima dapat memperoleh pembiayaan untuk beberapa kebutuhan berikut:
| Komponen Pembiayaan | Keterangan |
|---|---|
| Biaya pendidikan | Biaya yang berkaitan dengan pendidikan selama masa studi |
| Biaya hidup | Dukungan biaya personal selama menjalani studi |
| Tunjangan buku | Dukungan untuk kebutuhan buku dan bahan pembelajaran |
| Asuransi kesehatan | Biaya perlindungan kesehatan sesuai ketentuan program |
| Biaya kedatangan | Biaya yang berkaitan dengan kedatangan di negara atau lokasi studi |
| Visa | Biaya pengurusan visa sesuai ketentuan |
| Penelitian | Dukungan penelitian tesis atau disertasi |
| Konferensi internasional | Dukungan untuk mengikuti konferensi internasional |
| Publikasi jurnal | Dukungan untuk kebutuhan publikasi ilmiah |
Dengan cakupan tersebut, penerima tidak hanya mendapatkan bantuan untuk membayar biaya pendidikan, tetapi juga dukungan untuk berbagai kebutuhan selama menjalani studi.
Meski demikian, besaran dan mekanisme pembayaran masing-masing komponen tetap perlu mengacu pada ketentuan teknis yang berlaku saat program mulai dijalankan.
Berapa Lama Beasiswa Jakarta Unggul Diberikan?
Masa pembiayaan Beasiswa Jakarta Unggul disesuaikan dengan jenjang pendidikan yang ditempuh.
Untuk program S2, masa pembiayaan diberikan paling lama 2 tahun atau 4 semester. Sementara untuk program S3, masa pembiayaan diberikan paling lama 5 tahun atau 10 semester.
Ketentuan tersebut merupakan batas maksimal masa pembiayaan. Durasi studi masing-masing penerima tetap bergantung pada program pendidikan dan ketentuan yang berlaku.
Cara Daftar Beasiswa Jakarta Unggul
Karena pendaftaran Beasiswa Jakarta Unggul 2027 belum dibuka, mekanisme pendaftaran secara lengkap belum dapat dijadikan panduan final.
Namun, calon pelamar dapat mulai mempersiapkan beberapa hal sebelum periode pendaftaran tiba.
Pertama, tentukan jenjang pendidikan dan bidang studi yang ingin dituju. Pastikan rencana tersebut sesuai dengan bidang studi yang nantinya dibuka dalam program.
Kedua, mulai mencari informasi mengenai perguruan tinggi dan program studi yang sesuai. Jika program nantinya mensyaratkan penerimaan dari universitas tujuan, proses pencarian dan pendaftaran kampus sebaiknya tidak dilakukan mendekati deadline beasiswa.
Ketiga, siapkan dokumen akademik dan administratif yang kemungkinan dibutuhkan. Dokumen seperti ijazah, transkrip nilai, sertifikat kemampuan bahasa, surat rekomendasi, dan CV dapat membutuhkan waktu untuk dipersiapkan.
Terakhir, pantau pengumuman resmi mengenai pembukaan pendaftaran, persyaratan, mekanisme seleksi, serta dokumen yang wajib diunggah.
Dokumen yang Sebaiknya Disiapkan dari Sekarang
Mempersiapkan dokumen sejak awal dapat membantu menghindari masalah ketika pendaftaran sudah dibuka. Beberapa dokumen yang umum digunakan dalam aplikasi beasiswa luar negeri antara lain:
- Ijazah atau bukti kelulusan
- Transkrip nilai akademik
- Sertifikat kemampuan bahasa
- Surat rekomendasi
- Paspor atau dokumen identitas
- Motivation letter atau study plan
- Curriculum Vitae (CV)
Tidak semua dokumen tersebut pasti akan menjadi persyaratan Beasiswa Jakarta Unggul. Daftar final tetap perlu menunggu panduan pendaftaran resmi.
Namun, jika kamu memang berencana melanjutkan studi ke luar negeri, mempersiapkan dokumen tersebut sejak awal dapat membuat proses aplikasi menjadi lebih mudah.
Untuk melihat penjelasan lebih lengkap mengenai dokumen yang biasanya dibutuhkan dalam aplikasi beasiswa luar negeri, kamu juga dapat membaca panduan 7 Dokumen yang Umumnya Perlu Disiapkan untuk Mendaftar Beasiswa Luar Negeri.
Apa Kewajiban Penerima Setelah Lulus?
Beasiswa Jakarta Unggul tidak hanya mengatur pembiayaan selama penerima menjalani pendidikan. Penerima juga memiliki kewajiban setelah menyelesaikan studi.
Berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan, penerima beasiswa wajib memberikan kontribusi bagi pembangunan Jakarta paling singkat selama dua kali masa studi.
Artinya, kewajiban tersebut berkaitan dengan periode setelah penerima menyelesaikan pendidikan dan kembali memberikan kontribusi kepada daerah.
Sebagai contoh, penerima yang mendapatkan pembiayaan selama dua tahun memiliki kewajiban kontribusi paling singkat selama empat tahun. Sementara penerima program S3 dengan masa pembiayaan lima tahun memiliki kewajiban kontribusi paling singkat selama sepuluh tahun.
Mekanisme dan bentuk kontribusi tersebut tetap perlu mengacu pada ketentuan pelaksanaan program yang berlaku.
Penutup
Beasiswa Jakarta Unggul menjadi salah satu program yang perlu diperhatikan oleh warga Jakarta yang memiliki rencana melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 atau S3, khususnya bagi mereka yang ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi di luar negeri.
Program ini telah memiliki dasar hukum melalui Pergub DKI Jakarta Nomor 20 Tahun 2026, sementara pendaftaran untuk masa studi 2027 direncanakan dibuka pada September 2027.
Karena masih ada waktu sebelum pendaftaran dibuka, persiapan sebaiknya tidak menunggu hingga pengumuman resmi keluar. Mulailah dengan menentukan rencana studi, mencari informasi mengenai universitas tujuan, dan menyiapkan dokumen yang kemungkinan dibutuhkan.
Untuk dokumen yang akan digunakan dalam pendaftaran studi atau beasiswa luar negeri, pastikan juga memeriksa persyaratan bahasa dan jenis terjemahan yang diminta oleh universitas atau penyelenggara program.





