Mengurus keperluan imigrasi ke luar negeri sering kali membutuhkan lebih dari sekadar paspor dan formulir permohonan. Pemohon mungkin perlu menyiapkan berbagai dokumen pendukung, seperti akta kelahiran, akta perkawinan, kartu keluarga, surat keterangan kepolisian, hingga dokumen pekerjaan.
Ketika dokumen tersebut diterbitkan dalam bahasa Indonesia, otoritas imigrasi atau instansi di negara tujuan dapat meminta terjemahan ke bahasa yang mereka tentukan. Dalam kondisi tertentu, terjemahan juga harus dibuat oleh penerjemah tersumpah atau penerjemah yang memenuhi kualifikasi khusus sesuai ketentuan instansi penerima.
Karena itu, memahami kebutuhan penerjemah tersumpah untuk imigrasi dapat membantu pemohon mempersiapkan dokumen dengan lebih tepat. Langkah ini juga penting untuk mengurangi risiko dokumen dikembalikan karena format atau jenis terjemahannya tidak sesuai persyaratan.
Mengapa Penerjemah Tersumpah untuk Imigrasi Dibutuhkan?
Dokumen imigrasi berisi informasi penting yang digunakan untuk memverifikasi identitas, status keluarga, riwayat pekerjaan, kondisi keuangan, dan latar belakang seseorang. Informasi tersebut harus dapat dipahami oleh instansi yang memproses permohonan.
Jika dokumen diterbitkan dalam bahasa yang tidak digunakan oleh otoritas tujuan, pemohon mungkin diminta menyertakan terjemahan. Untuk dokumen resmi tertentu, instansi penerima juga dapat mensyaratkan terjemahan dengan kualifikasi atau pengesahan khusus.
Di sinilah penerjemah tersumpah berperan. Penerjemah tersumpah merupakan individu yang telah diangkat dan diambil sumpahnya oleh pejabat berwenang sesuai ketentuan di Indonesia. Hasil terjemahannya digunakan untuk kebutuhan resmi yang mensyaratkan jenis penerjemahan tersebut.
Namun, perlu dipahami bahwa tidak semua negara menggunakan sistem pengakuan penerjemah yang sama. Sebagian negara menerima terjemahan dari penerjemah profesional atau penerjemah tersertifikasi berdasarkan aturan mereka sendiri.
Oleh sebab itu, status penerjemah tersumpah di Indonesia tidak otomatis menjamin bahwa setiap hasil terjemahan akan diterima oleh seluruh kedutaan atau otoritas imigrasi di luar negeri.
Jenis Dokumen Imigrasi yang Membutuhkan Terjemahan Tersumpah
Dokumen yang perlu diterjemahkan bergantung pada tujuan permohonan, jenis visa atau izin tinggal, serta persyaratan negara tujuan. Berikut beberapa dokumen yang cukup sering berkaitan dengan proses imigrasi.
1. Akta Kelahiran
Akta kelahiran dapat digunakan untuk membuktikan identitas, tanggal lahir, dan hubungan keluarga. Dokumen ini mungkin diminta ketika seseorang mengajukan visa keluarga, visa anak, izin tinggal sebagai tanggungan, atau permohonan imigrasi jangka panjang.
Apabila akta kelahiran diterbitkan dalam bahasa Indonesia sementara instansi tujuan meminta dokumen dalam bahasa lain, pemohon perlu menyiapkan terjemahan sesuai ketentuan yang berlaku.
2. Akta Perkawinan atau Buku Nikah
Dokumen perkawinan sering menjadi persyaratan dalam pengajuan visa pasangan, penyatuan keluarga, maupun izin tinggal berdasarkan hubungan perkawinan.
Terjemahan dokumen ini membantu otoritas tujuan memahami informasi mengenai pasangan, tanggal perkawinan, serta data resmi yang tercantum di dalamnya.
Persyaratan tersebut juga dapat berkaitan dengan administrasi perkawinan lintas negara. Apabila Anda sedang mempersiapkan pernikahan dengan warga negara asing di Indonesia, pelajari juga panduan mengenai syarat menikah dengan WNA di Indonesia.
3. Kartu Keluarga
Kartu Keluarga memuat informasi mengenai anggota keluarga dalam satu rumah tangga. Dokumen ini dapat diminta untuk membantu membuktikan hubungan keluarga dalam pengajuan visa atau permohonan izin tinggal tertentu.
Jika diminta oleh instansi tujuan, seluruh informasi yang relevan pada dokumen perlu diterjemahkan secara akurat. Nama anggota keluarga, tanggal lahir, hubungan dalam keluarga, serta nomor identitas harus mengikuti dokumen sumber.
4. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)
SKCK atau dokumen keterangan kepolisian dapat menjadi salah satu persyaratan untuk keperluan imigrasi, pekerjaan, maupun permohonan izin tinggal di negara tertentu.
Dokumen ini berkaitan dengan pemeriksaan latar belakang pemohon. Apabila otoritas negara tujuan meminta dokumen kepolisian dalam bahasa tertentu, pemohon perlu memastikan apakah terjemahan tersumpah atau bentuk sertifikasi lainnya disyaratkan.
5. Dokumen Pekerjaan dan Keuangan
Beberapa permohonan visa kerja, visa keluarga, atau izin tinggal dapat meminta bukti pekerjaan dan kemampuan finansial.
Contoh dokumennya antara lain:
- Surat keterangan kerja
- Surat pengalaman kerja
- Slip gaji
- Rekening koran
- Surat keterangan penghasilan
- Dokumen kepemilikan atau sumber dana jika diminta
Tidak semua dokumen tersebut harus diterjemahkan tersumpah. Pemohon perlu memeriksa daftar persyaratan dari otoritas tujuan untuk mengetahui dokumen yang wajib diterjemahkan dan jenis terjemahan yang diterima.
Untuk pembahasan lebih terperinci mengenai dokumen yang umum digunakan dalam proses visa, Anda dapat membaca artikel dokumen yang perlu diterjemahkan untuk pengajuan visa.
Kebutuhan Terjemahan untuk Berbagai Urusan Imigrasi
Kebutuhan penerjemahan dokumen tidak selalu sama karena setiap orang memiliki tujuan perjalanan dan status keimigrasian yang berbeda. Berikut beberapa situasi yang dapat membutuhkan layanan penerjemah tersumpah.
1. Pengajuan Visa ke Luar Negeri
Pengajuan visa merupakan salah satu situasi yang paling sering melibatkan penerjemahan dokumen resmi. Dokumen yang diminta dapat berbeda sesuai jenis visa, seperti visa kunjungan, visa kerja, visa pasangan, atau visa penyatuan keluarga.
Sebagai contoh, pemohon visa keluarga mungkin diminta melampirkan akta kelahiran dan akta perkawinan. Sementara itu, pemohon visa kerja dapat diminta menyediakan surat keterangan pengalaman kerja, dokumen kepolisian, atau dokumen pendukung lainnya.
Sebelum menerjemahkan, pastikan terlebih dahulu bahasa yang diminta, jenis dokumen yang harus disertakan, dan kualifikasi penerjemah yang diterima oleh kedutaan atau otoritas imigrasi.
2. Pernikahan dan Penyatuan Keluarga di Luar Negeri
WNI yang akan menikah dengan warga negara asing di luar negeri atau mengikuti pasangan yang tinggal di negara lain mungkin perlu menyiapkan dokumen kependudukan dan status perkawinan.
Dokumen seperti akta kelahiran, akta perkawinan, surat keterangan belum menikah, dan dokumen identitas dapat diminta untuk membuktikan data pribadi serta hubungan keluarga.
Persyaratan penerjemahan bergantung pada negara dan instansi yang menangani proses tersebut. Sebagian instansi mungkin meminta terjemahan resmi, sedangkan instansi lain dapat menetapkan format atau pengesahan tambahan.
3. Bekerja di Luar Negeri
Proses mendapatkan izin kerja atau visa pekerja di negara tujuan dapat melibatkan pemeriksaan dokumen pribadi dan profesional.
Selain paspor dan dokumen identitas, pemohon mungkin perlu menyiapkan ijazah, sertifikat kompetensi, surat pengalaman kerja, SKCK, atau dokumen pendukung dari perusahaan.
Apabila dokumen tersebut diterbitkan dalam bahasa Indonesia, periksa apakah otoritas tujuan meminta terjemahan tersumpah, terjemahan tersertifikasi, atau bentuk penerjemahan lainnya. Ketentuan juga dapat berbeda antara dokumen yang ditujukan kepada pemberi kerja dan dokumen yang diajukan kepada pemerintah.
4. Mengurus Izin Tinggal atau Menetap di Negara Lain
Permohonan izin tinggal jangka panjang, reunifikasi keluarga, maupun perpindahan tempat tinggal ke luar negeri dapat membutuhkan dokumen yang lebih beragam.
Otoritas imigrasi mungkin meminta bukti identitas, status keluarga, riwayat pekerjaan, catatan kepolisian, atau dokumen sipil lainnya. Terjemahan diperlukan ketika dokumen sumber tidak menggunakan bahasa yang diterima oleh instansi tersebut.
Sebaiknya seluruh kebutuhan penerjemahan diperiksa sejak awal agar pemohon dapat mengatur waktu, terutama jika terdapat beberapa dokumen dari instansi penerbit yang berbeda.
Apakah Semua Dokumen Imigrasi Harus Diterjemahkan oleh Penerjemah Tersumpah?
Kewajiban menerjemahkan dokumen dan jenis penerjemah yang harus digunakan bergantung pada ketentuan negara serta instansi penerima.
Ada negara yang mensyaratkan dokumen dalam bahasa resmi mereka. Ada pula yang menerima penerjemahan tersumpah dalam bahasa Inggris atau menetapkan persyaratan khusus mengenai kualifikasi penerjemah, tanda tangan, stempel, sertifikasi, maupun affidavit.
Sebagai contoh, pemerintah Inggris meminta terjemahan bersertifikasi untuk dokumen yang tidak menggunakan bahasa Inggris atau Welsh dalam pengajuan Skilled Worker Visa. Persyaratan terjemahannya mencakup konfirmasi bahwa hasil terjemahan akurat, tanggal penerjemahan, identitas dan tanda tangan penerjemah, serta informasi kontak yang dapat diverifikasi.
Sementara itu, otoritas imigrasi Kanada meminta dokumen pendukung dalam bahasa Inggris atau Prancis. Untuk dokumen yang menggunakan bahasa lain, pemohon harus menyertakan terjemahan dan dokumen pendukung sesuai ketentuan Immigration, Refugees and Citizenship Canada (IRCC). Dalam kondisi tertentu, affidavit dari penerjemah juga diperlukan.
Australia memiliki ketentuan tersendiri. Department of Home Affairs menyatakan bahwa dokumen yang tidak berbahasa Inggris perlu disertai terjemahan bahasa Inggris. Untuk penerjemahan yang dilakukan di Australia, penerjemah harus terakreditasi oleh NAATI. Ketentuan bagi penerjemahan yang dilakukan di luar Australia perlu diperiksa melalui panduan visa atau permohonan terkait.
Contoh tersebut menunjukkan bahwa istilah penerjemah tersumpah, certified translator, dan penerjemah terakreditasi tidak selalu memiliki pengertian atau pengakuan yang sama.
Karena itu, jangan langsung menganggap bahwa semua dokumen cukup diterjemahkan oleh penerjemah tersumpah di Indonesia. Periksa instruksi resmi dari kedutaan, konsulat, atau otoritas imigrasi negara tujuan sebelum memesan layanan.
Apakah Terjemahan Tersumpah Perlu Apostille atau Legalisasi?
Terjemahan tersumpah dan Apostille merupakan dua proses yang berbeda.
Terjemahan tersumpah berhubungan dengan pengalihan isi dokumen dari satu bahasa ke bahasa lain oleh penerjemah yang memiliki status resmi sesuai ketentuan di Indonesia. Sementara itu, Apostille merupakan proses untuk mengesahkan keaslian tanda tangan, kapasitas penandatangan, serta segel atau stempel pada dokumen publik agar dapat digunakan di negara tujuan yang menjadi pihak dalam Konvensi Apostille.
Dengan demikian, Apostille tidak menggantikan proses penerjemahan. Sebaliknya, terjemahan tersumpah juga tidak otomatis berarti dokumen telah mendapatkan Apostille atau legalisasi.
Dalam praktiknya, kebutuhan proses tambahan bergantung pada dokumen, negara tujuan, dan instansi yang menerima. Ada dokumen yang cukup dilengkapi terjemahan, sedangkan dokumen lainnya mungkin harus melalui Apostille atau legalisasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Untuk menghindari proses berulang, pastikan terlebih dahulu apakah dokumen asli, hasil terjemahan, atau keduanya perlu mendapatkan pengesahan. Informasi mengenai layanan Apostille dan legalisasi dapat diperiksa melalui portal resmi Kementerian Luar Negeri.
Cara Memilih Jasa Penerjemah Tersumpah untuk Dokumen Imigrasi
Memilih jasa penerjemah untuk dokumen imigrasi membutuhkan perhatian khusus karena hasil terjemahan akan digunakan dalam proses administrasi resmi. Ada beberapa hal yang sebaiknya diperiksa sebelum menentukan penyedia layanan.
1. Pastikan Status dan Legalitas Penerjemah
Periksa status penerjemah yang akan menangani dokumen Anda. Di Indonesia, ketentuan mengenai pengangkatan, pelaporan, dan pengawasan penerjemah tersumpah diatur dalam Peraturan Menteri Hukum Nomor 4 Tahun 2025.
Anda dapat mempelajari ketentuan tersebut melalui artikel mengenai dasar hukum penerjemah tersumpah di Indonesia.
2. Sesuaikan Bahasa Terjemahan dengan Negara Tujuan
Pastikan penyedia layanan memiliki kemampuan menerjemahkan dari bahasa dokumen asli ke bahasa yang diminta. Jangan hanya menentukan bahasa berdasarkan negara tujuan. Periksa pula apakah instansi penerima memiliki ketentuan khusus mengenai bahasa dan format dokumen.
3. Periksa Pengalaman dalam Menerjemahkan Dokumen Resmi
Dokumen imigrasi memiliki istilah administrasi, hukum, dan kependudukan yang perlu diterjemahkan secara tepat. Pilih penyedia layanan yang memahami karakteristik dokumen tersebut dan mampu menjaga konsistensi nama, tanggal, nomor, serta informasi lainnya.
4. Pastikan Persyaratan Dokumen Sudah Jelas
Sampaikan tujuan penggunaan terjemahan kepada penyedia layanan sejak awal. Informasi mengenai negara tujuan, jenis permohonan, bahasa yang diperlukan, serta persyaratan dari instansi penerima akan membantu menentukan jenis terjemahan yang sesuai.
Selain itu, periksa kembali kondisi dan kelengkapan dokumen sumber. Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum proses penerjemahan juga dapat dipelajari melalui panduan ketentuan menerjemahkan dokumen resmi.
Kesimpulan
Penerjemah tersumpah dapat membantu WNI menyiapkan dokumen resmi untuk berbagai kebutuhan imigrasi, mulai dari pengajuan visa, pernikahan lintas negara, pekerjaan, hingga permohonan izin tinggal di luar negeri.
Namun, tidak semua negara dan instansi menerapkan persyaratan penerjemahan yang sama. Pemohon perlu memastikan bahasa, jenis penerjemah, format hasil terjemahan, serta kebutuhan Apostille atau legalisasi berdasarkan ketentuan otoritas penerima.
Go Penerjemah menyediakan layanan penerjemah tersumpah untuk membantu penerjemahan berbagai dokumen resmi sesuai kebutuhan bahasa dan tujuan penggunaannya. Konsultasikan dokumen yang perlu diterjemahkan agar kebutuhan penerjemahan dapat diperiksa sebelum proses dimulai.





